Unforgettable stay in Utrecht, the Netherlands.

Ternyata udah lama juga ya ga update blog, ckckck…
Kali ini saya masih melanjutkan tulisan selama mengikuti Utrecht Summer School…langsung aja:

 

Meskipun singkat, ya…hanya 13 hari saya tinggal di Utrecht,but I am really impressed. Moreover, it was my first experience go to abroad, my first-visit to Europe, precisely in The Netherlands. Indeed, the first experience usually give the deep impressions. Namun, terlepas dari segala “first time”, tinggal di Utrecht memang mengesankan 😀

Utrecht merupakan kota terbesar ke-4 di Belanda. Utrecht sangat kaya dengan beragam karya seni dan budaya. Hal ini terlihat dari banyaknya bangunan dan karya lainnya peninggalan dari abad pertengahan yang sangat kental dengan nuansa katolik dan protestan, yang masih terawat dengan baik sampai sekarang. Utrecht juga dikenal sebagai kota pelajar karena terdapat banyak institusi for higher education disini, termasuk universitas terbesar di Belanda yaitu Utrecht University.

Saya, Ricky (kawan saya yang juga pemenang Kompetiblog 2012) dan student Utrecht Summer School lainnya tidak perlu repot-repot mencari tempat tinggal selama summer school karena sudah include ke dalam paket summer school. Tempat tinggal atau housing yang saya tempati termasuk kategori nyaman yaitu Parnassos Cultuurcentrum yang terletak di Jalan Kruisstraat 201. Continue reading

Indahnya Kincir Angin Kinderdijk dan Nikmatnya Keju Gouda :D (Lanjutan…)

waiting for the bus

Kedatangan kami disambut hangat oleh pemilik Cheese Farm Hoogerwaard, Teus Hoogerwaard. Cheese farm ini milik keluarga yang dikelola secara turun temurun, dimulai hampir 30 tahun yang lalu. Keju Gouda (Goudse Kaas) terkenal luas di dunia dengan bentuknya yang bulat kuning dan rasanya yang khas.

Setelah kami semua duduk, Teus Hoogerwaard memberikan welcoming speech dengan suasana yang  santai. Dilanjutkan dengan menonton video company profile Cheese Farm Hoogerwaard disertai penjelasan dari Teus.

Dan tibalah saatnya kami praktek membuat keju dengan skala kecil tentunya. Kami dibagi ke dalam beberapa kelompok.

 

Continue reading

Indahnya Kincir Angin Kinderdijk dan Nikmatnya Keju Gouda :D

What kind of summer is this? It’s not like a summer! Dan kalimat lain sejenisnya sering kali terlontar karena beberapa hari ini cuacanya sangat tidak mendeskripsikan summer. Mendung, gerimis, dan angin yang menusuk pori-pori kulit menghiasi hari-hari kami. Studentpun banyak yang menggunakan shawl, sweater, atau bahkan jacket. Jas hujan atau payung pun masuk list perlengkapan yang harus dibawa, karena cuacanya unpredictable. A seemingly elusive summer here in Holland!

Namun, pagi ini lain, sabtu tanggal 7 Juli 2012. Mentari bersinar cerah di langit Utrecht, dengan udara yang sejuk. It’s “like” a real summer. Seakan merestui kami yang akan mengikuti salah satu Social Programme yang diadakan oleh Utrecht Summer School yaitu Discover Holland Day. We are going to Kinderdijk, the largest concentration of old windmills in the world, , Horreeeey Kincir angin…. 😀

And visit to one of the traditional Dutch city, yup it’s Gouda. Di Gouda kami akan mengunjungi salah satu farmhouse cheese and make our own cheese. Hmmm..lekker 😀

Jam 8.45 pagi, 15 menit sebelum bis berangkat, students yang mengikuti Social Programme kali ini, sudah berkumpul di Moreelse Park, taman dekat Utrecht Central Station. Student dari berbagai course mengikuti acara ini, tapi tidak semua karena tiket terbatas. Dari seratusan student yang ikut dibagi ke dalam dua bis besar. Setelah diabsen, kamipun bersemangat untuk segera menaiki bis tersebut.

Sambil menunggu bis, kamipun foto-foto dan ngobrol-ngobrol

Selama di perjalanan, selain ngobrol tak lupa akupun jeprat-jepret view yang melintas di jendela samping bis.

Salah satu icon Rotterdam

mmooooo…sapinya lucu-lucu kaya di iklan-iklan susu ^.^

 

Kinderdijk merupakan sebuah desa yang terletak di sebelah timur Rotterdam. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2-3 jam (karena kami sempat mengalami pergantian bis di tengah perjalanan), akhirnya kami sampai juga di Kinderdijk. Untuk mencapai windmills park-nya, kami menggunakan semacam kapal ferry untuk menyebrang. Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sebentar dan tibalah kami di salah satu situs warisan budaya dunia. Yup! 19 kincir angin yang berada di kinderdijk ini terdaftar dalam World Heritage pada tahun 1997. Kincir angin yang ada disini dibangun pada tahun 1740, berarti usianya sekarang 272 tahun, waaahhh tua banget yaa…tapi masih berdiri kuat dan kokoh. Dulu, kincir angin ini berfungsi sebagai pemompa air untuk membuat daratan atau agar tidak banjir. Namun, sekarang ini lebih berfungsi sebagai penggiling gandum, jagung, dan hasil pertanian lainnya.

ini pertama kalinya saya naik kapal ferry, hehehee

 

Saya kembali teringat, siang itu tanggal 31 Mei 2012. Tanggal dimana Neso Indonesia akan mengumumkan pemenang kompetiblog 2012. Saya melintasi jalan Margonda Raya, Depok menuju kampus tercintah, menatap sejenak ke arah kincir angin yang bertengger manis di atas atap “Holland Backery” sambil berdo’a: “Yaa Alloh, hari ini aku hanya bisa melihat kincir angin di atap Holland Backery itu, semoga suatu hari nanti aku bisa melihat langsung kincir angin benerannya di Belanda, aamiin”. Dan sekarang aku hanya bisa berucap: “Subhanalloh, walhamdulillaah, Allohu Akbar” terimakasih yaa Alloh Engkau kembali bermurah hati mengabulkan do’aku.

Berikut beberapa foto yang aku ambil selama disana, I hope these pictures could tell u more than my words how beautiful the windmills, river, and every single thing around there. Continue reading

Perkuliahan di Utrecht Summer School -Part 2-

Excited, curious sekaligus nervous tiap kali aku mencoba hal-hal baru. Begitupun yang aku rasakan ketika akan mengikuti Utrecht Summer School, terlebih course yang aku ambil, bukan merupakan backgroundku sama sekali: European Cultures and Identities. Hmm tapi aku bersyukur bisa melarikan diri dari kimia di liburan semester kali ini, yup it would be a sweet escape definetely, yippieee 😀

Course European Cultures and Identities ini bernilai 4 ECTS (European Credit Transfer and Accumulation System) atau di Indonesia dikenal dengan SKS (Satuan Kredit Semester), lumayan banyak yang dipelajari dalam waktu cukup singkat yaitu 2 minggu. Di dalam 2 minggu tersebut juga terdapat 2  kali assignments, 1 kali excursion ke Brussel, Belgia dan 1 kali final exam. Materi yang dipelajari diantaranya: Cultural Diversity in Europe, Foundation of Europe, Cultural Heritage of Europe, Europe and Parliamentary Democracy, Religion in Europe, Political Realities of Europe, etc.

 

Hari ke-empat kuliah di Drift 21, materi yang dibahas dalam seminar siang itu adalah Europe and the Parliamentary Democracy. Salah satu hal yang dibahas adalah mengenai perbandingan antara sistem pemerintahan Parliamentary Democracy yang dianut kebanyakan negara-negara Eropa dengan sistem pemerintahan lainnya seperti Presidential Democracy. Ditampilkan juga beberapa cuplikan video dari youtube untuk studi kasus, termasuk trailer film Fitna yang dibuat oleh seorang politikus Belanda yaitu Geert Wilder dan menuai banyak kontroversi terutama di kalangan umat Islam tahun 2008 silam. Ini kali pertama aku menyaksikan cuplikan film Fitna, meskipun berdurasi singkat, tapi sangat berhasil mencabik-cabik hatiku. Sebelum trailer film Fitna diputar, Dosen yang saat itu mengajar bertanya kepadaku:
“are you moslem?”
“ya!” jawabku mantap

Continue reading

Perkuliahan di Utrecht Summer School -Part 1-

Terharu dan tak kuasa meneteskan air mata kala membaca pengumuman dari Nuffic Neso Indonesia, siang itu tanggal 31 Mei 2012, di perpus UI ( http://www.nesoindonesia.or.id/indonesian-students/kompetiblog-2012/para-pemenang-kompetiblog-2012 ). Karena tiap kali aku memperoleh pengumuman beasiswa yang aku ikuti, biasanya kata-kata terakhir di announcement tertulis seperti ini: ”I would encourage you to reapply next year if you are still interested in participating in this program”. Yang berarti aku belum berhasil lolos. Namun, kali ini lain, salah satu kata yang ada di announcement Neso tersebut adalah: “GEFELICITEERD !!!” “SELAMAT !!!”.

Ya..aku berhasil menjadi pemenang kompetiblog 2012 yang diadakan oleh Nuffic Neso Indonesia dan memperoleh beasiswa summer school di Universiteit Utrecht, alhamdulillaah..Usai sujud syukur, aku menelpon orang tua untuk mengabari anugerah ini, juga berbagi kebahagiaan ini dengan sahabat-sahabatku. Baik keluargaku maupun sahabat-sahabatku tak kalah terharunya denganku.

 

NUFFIC NESO INDONESIA

Nuffic Neso Indonesia (atau lebih dikenal NESO INDONESIA/the Netherlands Education Support Office- Indonesia) merupakan perwakilan resmi Nuffic di Indonesia, concern terhadap pendidikan tinggi di Belanda, mempromosikan dan menyediakan informasi mengenai lebih dari 1400 program studi di Belanda yang diselenggarakan dalam Bahasa Inggris.

Banyak beasiswa yang disediakan oleh Neso Indonesia untuk membantu kemajuan masyarakat Indonesia, mulai dari short course, partial scholarship, sampai full scholarship. Untuk jenjang S1, S2, maupun S3. Yang paling dikenal di masyarakat umum adalah StuNed scholarship programme.

Info lebih lanjut, silahkan klik:

Salah satu scholarship yang disediakan oleh Neso Indonesia bekerjasama dengan Universiteit Utrecht adalah Utrecht Summer School melalui kompetiblog.

Menulislah dan Belanda Menanti! Tagline yang provokatif dan menggiurkan 😀

Terimakasih banyak Neso Indonesia telah memberikan kesempatan kepada saya untuk mewujudkan salah satu impian saya, Bedankt 😀

 

UTRECHT SUMMER SCHOOL

Utrecht Summer School menawarkan lebih dari 150 program di hampir semua disiplin ilmu yang diikuti oleh student dari seluruh dunia. Dengan mengikuti USS tidak hanya belajar mengenai disiplin ilmu dari program yang diambil, tetapi juga memberikan kesempatan bagi kita untuk bertemu dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia, mengikuti excursions ke berbagai kota di belanda maupun Negara lain seperti Belgia, bermacam-macam social gathering seperti cycling, scavenger hunt, Holland culture day, night canoeing, etc, mengenal lebih dekat sistem pendidikan tinggi di Belanda, dan pastinya pengalaman tinggal di Utrecht-Belanda yang tidak akan terlupakan.

Bagi yang ingin menegtahui lebih lanjut, silahkan klik :

 

PEMILIHAN COURSE

Neso Indonesia memberikan 4 pilihan course yang diselenggarakan oleh Utrecht Summer School yang bisa dipilih oleh pemenang kompetiblog 2012. Yaitu:

  1. European Cultures and Identities
  2. European Politics and Economy
  3. Dutch Culture: History and Art
  4. Dutch Culture: Society and Current Issues

Setelah melihat description dari ke empat course tersebut, aku tertarik dengan 2 course pertama, karena cakupan studynya lebih luas yaitu Eropa, dan ada satu lagi alasannya yaitu excursion-nya ke Brussel-Belgia 😀
Awalnya aku memilih course European Politics and Economy. Namun, detik-detik terakhir perhatianku beralih ke European Cultures and Identities. Continue reading

I Love Making Friends

“Renee…pinjem kunci kamarnya dong, kunciku ketinggalan di kamar”

Pintaku ke teman sekamar saat di dapur. Waktu itu kami sedang masak di dapur housing kami bareng Janice, temannya renee yang sedang berkunjung dari Breda.

“Ga dikunci ko..kunciku juga ada di dalam kamar” kata Renee

“Tadi aku coba buka ko ga bisa ya…” sahutku.

“oyaaa…” Renee kaget.

Akhirnya aku, Renee dan Janice mengecek pintu kamar kami, dan benar saja the door is locked. Kami pun mulai panik.

 

Begini kawan ceritanya… Housing kami memiliki 2 macam kunci, yang pertama kunci besi layaknya kunci pintu biasa, yang kedua kunci semacam kartu yang harus discan untuk membuka (warna lampu hijau) dan mengunci pintu (warna lampu merah).

Waktu itu setelah pulang berbelanja bahan makanan, kami membuka pintu kamar kami, menyimpan tas, kemudian membawa bahan makanan ke dapur dan membiarkan pintu kamar kami tertutup tapi tidak terkunci. Kami pun mulai memasak, saat kembali ke kamar dan mencoba membuka pintu, taraaaaa….pintu terkunci. Yang kami heran, ko bisa itu pintu terkunci tanpa salah satu dari kami menguncinya.

Image

Waduhhh…gimana cara bukanya ini. Bukan perkara mudah untuk mendobrak pintu semacam ini dan bukan cara yang terbaik pula untuk membukanya. Kami kembali ke dapur untuk mematikan kompor listrik. Kebetulan saat itu ada Yoshimi dan Takashi (Japanese), kamipun menceritakan kejadiannya. Yoshimi langsung ke kamarnya diikuti oleh kami untuk mengambil kertas tata tertib housing (yang diberikan pada setiap penghuni housing). Di kertas tersebut terdapat no emergency call housing yang bisa dihubungi di luar jam kerja, kejadian ini berlangsung sekitar jam 7 an. Tapi kami bingung mau menghubungi pakai apa? HP kami ketinggalan di kamar. Martha (Spanish), teman sebelah kamar kami yang kemudian tahu tentang kejadian ini, meminjamkan HPnya untuk menelpon emergency call. Informasi dari petugas yang kami hubungi, kami harus mengganti ongkos penggantian kunci maksimal € 400, whhhaaaatttt??? Dikali kurs rupiah saat ini Rp.12.100 = Rp. 4.840.000. MasyaAlloh… Continue reading

Mimpi Hari ini Kenyataan Hari Esok

Sepanjang perjalanan menuju summer housenya Om Richard dan Tante Betty tak henti-hentinya kami menoleh ke kanan dan kiri jalan. Melihat kenorakan kami :-), Om dan Tante pun seakan mengetahui pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benak kami, kemudian tante dan om pun dengan senang hati menjelaskan ini gedung apa, itu arah menuju mana, etc.

Tak terasa sampailah kami di De Federatie (kalau di Indonesia semacam kompleks perumahan, tapi ditempati pada saat musim panas saja). Kedatangan kami disambut oleh udara yang sejuk bebas polusi, sungai yang bersih dihiasi tempat duduk yang nyaman dipinggirnya, bebek-bebek berenang, taman-taman yang cantik, jalanan yang bersih, pepohonan hijau berdaun kecil yang rindang, rumah-rumah yang mungil dan cantik. Berada disini membuatku merasa menjadi alice in wonderland.

Image

ImageImageImage

Summer housenya Om dan Tante tak kalah cantiknya dari rumah-rumah yang lainnya, taman yang dihiasi bunga-bunga dan kolam ikan. Setelah beristirahat sejenak dan menikmati es campur buatannya tante, kami diantar ke stasiun Amsterdam Amstel untuk menaiki kereta tujuan Utrecht Centraal. Tak lupa kami ucapkan bedankt kepada Om dan Tante yang telah bersedia direpotkan oleh kami, lalu kamipun berpamitan.

Image

Image

 

Langit Utrecht yang mendung menyambut kedatangan kami. Kami memutuskan untuk berjalan dari stasiun Utrecht Centraal ke Utrecht Summer School (USS) Office di Janskerkhof, karena berdasarkan informasi yang kami peroleh dari predeparture information dari Utrecht Centraal ke USS office dapat ditempuh dengan berjalan kaki dengan waktu yang sebentar. Setelah berjalan kaki cukup lama tak kami temukan juga USS office. Bisa jadi “waktu yang sebentar” itu bagi bule yang memiliki langkah kaki yang lebar dan cepat, bukan untuk kita-kita ini, hehheee…

Bangunan yang mirip satu sama lain –bergaya baroque-, fisik kami yang –bukan lumayan lagi- lelah ditambah gerimis membuat kami tidak fokus membaca peta. Padahal setelah saya amati keesokan harinya saat berangkat kuliah, nama jalan dan petunjuk jalan lainnya terpampang dengan jelas sesuai dengan yang di peta.

Haduuuhhh rasanya kaki ini sudah tidak kuat lagi melangkah, but when we almost totally desperate, tiba-tiba seorang wanita menyapa kami Continue reading