“Holland Education Fair 2012”: Ayo jemput impianmu!

Pengalaman berharga selama kurang lebih satu bulan tinggal di Belanda dan mampir ke negara-negara tetangganya, membuatku ingin kembali menjejakkan kaki di benua Eropa. Tak terhitung banyak hikmah yang aku dapatkan. I praise to Allah SWT yang Maha Baik 🙂
Saking berkesannya, sampai sekarang pun ketika tidur tak jarang aku bermimpi potongan-potongan kejadian selama disana.

Atas kekuasaan Alloh SWT, kekuatan do’a orang tua, dan dukungan sahabat-sahabatku, serta kesempatan yang diberikan oleh Nuffic Neso Indonesia, selama bulan Juli 2012 aku dan Ricky Mardiansyah yang juga pemenang kompetiblog 2012 bisa mengikuti Utrecht Summer School.

Impian yang muwujud tersebut tidak diperoleh dengan cara instan, tapi butuh perjuangan yang bukan lumayan lagi menguras pikiran, tenaga, juga kantong, heheee
Tapi tak jarang juga banyak teman-teman yang lain sekali apply scholarship, langsung jebol, tapi pastinya dengan persiapan yang sangat matang. Tapi buat teman-teman yang sekarang masih tetap jadi scholarship hunter, kalau ngerasa cape, berasa ga ada tenaga lagi, wajar ko, asal jangan sampai putus asa ya kawan. Keyakinan bahwa Alloh akan selalu mendengarkan do’a dan tidak akan menyia-nyiakan usaha hamba-hambanya menjadi pemicu semangatku kala terjatuh untuk segera bangkit lagi. Continue reading

Advertisements

Unforgettable stay in Utrecht, the Netherlands.

Ternyata udah lama juga ya ga update blog, ckckck…
Kali ini saya masih melanjutkan tulisan selama mengikuti Utrecht Summer School…langsung aja:

 

Meskipun singkat, ya…hanya 13 hari saya tinggal di Utrecht,but I am really impressed. Moreover, it was my first experience go to abroad, my first-visit to Europe, precisely in The Netherlands. Indeed, the first experience usually give the deep impressions. Namun, terlepas dari segala “first time”, tinggal di Utrecht memang mengesankan 😀

Utrecht merupakan kota terbesar ke-4 di Belanda. Utrecht sangat kaya dengan beragam karya seni dan budaya. Hal ini terlihat dari banyaknya bangunan dan karya lainnya peninggalan dari abad pertengahan yang sangat kental dengan nuansa katolik dan protestan, yang masih terawat dengan baik sampai sekarang. Utrecht juga dikenal sebagai kota pelajar karena terdapat banyak institusi for higher education disini, termasuk universitas terbesar di Belanda yaitu Utrecht University.

Saya, Ricky (kawan saya yang juga pemenang Kompetiblog 2012) dan student Utrecht Summer School lainnya tidak perlu repot-repot mencari tempat tinggal selama summer school karena sudah include ke dalam paket summer school. Tempat tinggal atau housing yang saya tempati termasuk kategori nyaman yaitu Parnassos Cultuurcentrum yang terletak di Jalan Kruisstraat 201. Continue reading

Indahnya Kincir Angin Kinderdijk dan Nikmatnya Keju Gouda :D (Lanjutan…)

waiting for the bus

Kedatangan kami disambut hangat oleh pemilik Cheese Farm Hoogerwaard, Teus Hoogerwaard. Cheese farm ini milik keluarga yang dikelola secara turun temurun, dimulai hampir 30 tahun yang lalu. Keju Gouda (Goudse Kaas) terkenal luas di dunia dengan bentuknya yang bulat kuning dan rasanya yang khas.

Setelah kami semua duduk, Teus Hoogerwaard memberikan welcoming speech dengan suasana yang  santai. Dilanjutkan dengan menonton video company profile Cheese Farm Hoogerwaard disertai penjelasan dari Teus.

Dan tibalah saatnya kami praktek membuat keju dengan skala kecil tentunya. Kami dibagi ke dalam beberapa kelompok.

 

Continue reading

Indahnya Kincir Angin Kinderdijk dan Nikmatnya Keju Gouda :D

What kind of summer is this? It’s not like a summer! Dan kalimat lain sejenisnya sering kali terlontar karena beberapa hari ini cuacanya sangat tidak mendeskripsikan summer. Mendung, gerimis, dan angin yang menusuk pori-pori kulit menghiasi hari-hari kami. Studentpun banyak yang menggunakan shawl, sweater, atau bahkan jacket. Jas hujan atau payung pun masuk list perlengkapan yang harus dibawa, karena cuacanya unpredictable. A seemingly elusive summer here in Holland!

Namun, pagi ini lain, sabtu tanggal 7 Juli 2012. Mentari bersinar cerah di langit Utrecht, dengan udara yang sejuk. It’s “like” a real summer. Seakan merestui kami yang akan mengikuti salah satu Social Programme yang diadakan oleh Utrecht Summer School yaitu Discover Holland Day. We are going to Kinderdijk, the largest concentration of old windmills in the world, , Horreeeey Kincir angin…. 😀

And visit to one of the traditional Dutch city, yup it’s Gouda. Di Gouda kami akan mengunjungi salah satu farmhouse cheese and make our own cheese. Hmmm..lekker 😀

Jam 8.45 pagi, 15 menit sebelum bis berangkat, students yang mengikuti Social Programme kali ini, sudah berkumpul di Moreelse Park, taman dekat Utrecht Central Station. Student dari berbagai course mengikuti acara ini, tapi tidak semua karena tiket terbatas. Dari seratusan student yang ikut dibagi ke dalam dua bis besar. Setelah diabsen, kamipun bersemangat untuk segera menaiki bis tersebut.

Sambil menunggu bis, kamipun foto-foto dan ngobrol-ngobrol

Selama di perjalanan, selain ngobrol tak lupa akupun jeprat-jepret view yang melintas di jendela samping bis.

Salah satu icon Rotterdam

mmooooo…sapinya lucu-lucu kaya di iklan-iklan susu ^.^

 

Kinderdijk merupakan sebuah desa yang terletak di sebelah timur Rotterdam. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2-3 jam (karena kami sempat mengalami pergantian bis di tengah perjalanan), akhirnya kami sampai juga di Kinderdijk. Untuk mencapai windmills park-nya, kami menggunakan semacam kapal ferry untuk menyebrang. Kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sebentar dan tibalah kami di salah satu situs warisan budaya dunia. Yup! 19 kincir angin yang berada di kinderdijk ini terdaftar dalam World Heritage pada tahun 1997. Kincir angin yang ada disini dibangun pada tahun 1740, berarti usianya sekarang 272 tahun, waaahhh tua banget yaa…tapi masih berdiri kuat dan kokoh. Dulu, kincir angin ini berfungsi sebagai pemompa air untuk membuat daratan atau agar tidak banjir. Namun, sekarang ini lebih berfungsi sebagai penggiling gandum, jagung, dan hasil pertanian lainnya.

ini pertama kalinya saya naik kapal ferry, hehehee

 

Saya kembali teringat, siang itu tanggal 31 Mei 2012. Tanggal dimana Neso Indonesia akan mengumumkan pemenang kompetiblog 2012. Saya melintasi jalan Margonda Raya, Depok menuju kampus tercintah, menatap sejenak ke arah kincir angin yang bertengger manis di atas atap “Holland Backery” sambil berdo’a: “Yaa Alloh, hari ini aku hanya bisa melihat kincir angin di atap Holland Backery itu, semoga suatu hari nanti aku bisa melihat langsung kincir angin benerannya di Belanda, aamiin”. Dan sekarang aku hanya bisa berucap: “Subhanalloh, walhamdulillaah, Allohu Akbar” terimakasih yaa Alloh Engkau kembali bermurah hati mengabulkan do’aku.

Berikut beberapa foto yang aku ambil selama disana, I hope these pictures could tell u more than my words how beautiful the windmills, river, and every single thing around there. Continue reading

Perkuliahan di Utrecht Summer School -Part 2-

Excited, curious sekaligus nervous tiap kali aku mencoba hal-hal baru. Begitupun yang aku rasakan ketika akan mengikuti Utrecht Summer School, terlebih course yang aku ambil, bukan merupakan backgroundku sama sekali: European Cultures and Identities. Hmm tapi aku bersyukur bisa melarikan diri dari kimia di liburan semester kali ini, yup it would be a sweet escape definetely, yippieee 😀

Course European Cultures and Identities ini bernilai 4 ECTS (European Credit Transfer and Accumulation System) atau di Indonesia dikenal dengan SKS (Satuan Kredit Semester), lumayan banyak yang dipelajari dalam waktu cukup singkat yaitu 2 minggu. Di dalam 2 minggu tersebut juga terdapat 2  kali assignments, 1 kali excursion ke Brussel, Belgia dan 1 kali final exam. Materi yang dipelajari diantaranya: Cultural Diversity in Europe, Foundation of Europe, Cultural Heritage of Europe, Europe and Parliamentary Democracy, Religion in Europe, Political Realities of Europe, etc.

 

Hari ke-empat kuliah di Drift 21, materi yang dibahas dalam seminar siang itu adalah Europe and the Parliamentary Democracy. Salah satu hal yang dibahas adalah mengenai perbandingan antara sistem pemerintahan Parliamentary Democracy yang dianut kebanyakan negara-negara Eropa dengan sistem pemerintahan lainnya seperti Presidential Democracy. Ditampilkan juga beberapa cuplikan video dari youtube untuk studi kasus, termasuk trailer film Fitna yang dibuat oleh seorang politikus Belanda yaitu Geert Wilder dan menuai banyak kontroversi terutama di kalangan umat Islam tahun 2008 silam. Ini kali pertama aku menyaksikan cuplikan film Fitna, meskipun berdurasi singkat, tapi sangat berhasil mencabik-cabik hatiku. Sebelum trailer film Fitna diputar, Dosen yang saat itu mengajar bertanya kepadaku:
“are you moslem?”
“ya!” jawabku mantap

Continue reading

Musuh bebuyutan yang membuat bangsa Belanda kreatif

Ayooo tebaak?
yup, betul sekali teman-teman. The oldest enemy that the Netherland has: WATER. Belanda dikenal dengan nama Netherlands yang berarti tanah rendah. Seperempat daratan Belanda berada di bawah permukaan laut. Bisa dibayangkan bagaimana Bangsa Belanda harus berpikir keras agar tidak tersapu air laut.

 

Tahun 1953 terjadi terjangan badai Laut Utara yang menewaskan 1835 orang dalam satu malam. Sebuah bencana nasional. Untuk mencegah hal ini terjadi lagi, dilaksanakanlah megaproject Deltaworks, sistem pertahanan banjir sepanjang Laut Utara. Deltaworks terdiri dari 13 bendungan raksasa dan menghabiskan waktu 30 tahun.

Bendungan dengan konstruksi paling rumit ini masuk ke dalam 7 wonders of the modern world. Banyak dijadikan referensi untuk keperluan studi teknologi manajemen air.

Mari kita telusuri lebih jauh sejarah Belanda yang membuat bangsa Belanda semakin kreatif karena air. Continue reading