being “the stable free radical”

“Ffiiuuhhh”
#tiup debu di lapak wordpress
Saking lamanya ini blog ga pernah ditengokin, ternyata udah banyak sarang laba-laba di pojokan..ckckck.

Kali ini entah kenapa pengen nulis tentang yang nyerempet nyerempet soal jodoh (tema sensitif, yang pembahasannya selalu ramai dan tak lekang oleh waktu), mungkin ini efek tiap buka facebook, notif yang muncul adalah wedding invitation baik dari senior, seangkatan maupun adik tingkat.

Galau??? Hmm…maybe yes maybe no.

Mungkin, bila diibaratkan senyawa kimia, orang yang masih single (baca: belum berpasangan) merupakan gugus atom yang memiliki elektron tak berpasangan atau biasa disebut radikal bebas. KEBANYAKAN radikal bebas berenergi tinggi, akibatnya tidak stabil dan sangat reaktif. Istilahnya anak zaman sekarang adalah labil.

Sedangkan orang yang sudah memiliki pasangan halalnya, berarti gugus atomnya (lebih tepatnya ion) telah memiliki elektron yang berpasangan. Biasanya senyawa seperti ini berenergi lebih rendah, akibatnya cenderung stabil. Hal ini senada dengan ungkapan bahwa dengan menikah, hati menjadi lebih tentram dan hidup lebih terorientasi. That’s the fact (kata temen yang udah nikah pastinya).

Mungkin tidak semua para single sependapat dengan pernyataan di atas, terlebih kaum urban pada umumnya.

“gue jomblo, tapi gue nyantai aja tuh”

“I am single and very happy”

Well, makanya saya meng-caps lock kata “KEBANYAKAN” di atas. Karena memang tidak semua yang jomblo itu ngegalau.

 

Saya jadi teringat mata kuliah bioassay di awal-awal semester mengenai pengujian senyawa-senyawa antioksidan. Ada suatu reagent radical scavenger (penangkap radikal) yaitu DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl).

Yang uniknya dari DPPH, walaupun senyawa ini mengandung atom radikal (yaitu N) tetapi dia ternyata stabil. Lho ko bisa?

Jika kita perhatikan struktur molekul DPPH, atom N radikal bisa stabil disebabkan delokalisasi elektron yang mengelilinginya, akibat resonansi dari gugus benzena. Singkatnya, atom N radikal distabilkan-resonansi (CMIIW, maklum masih belajar ^^v).

DPPH

1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl

 

Nah, bagi para radikalis a.k.a jomblowan dan jomblowati yang elektronnya masih belum juga berpasangan, agar tidak menggalau bisa tuh mencontoh DPPH (the stable free radical):

  • Kelilingilah diri dengan teman-teman yang bukan galauers.  Namun, teman-teman yang bisa saling mengingatkan dan menyemangati agar bisa terstabilkan.
  • Sibukkanlah diri dengan kegiatan-kegiatan positif, berkaryalah wahai para pemuda pemudi harapan bangsa (efek hari sumpah pemuda kemarin, masih berasa ^^).

Oiya, Jadi inget kicauan yang beredar di twitter kemarin:

“hari ini sumpah pemuda, sumpah setia depan penghulu kapan?” (#eaaaa, salah fokus  -.-!).

well, back to topic

  • Teruslah mempersiapkan dan memperbaiki diri karena di seberang sana entah siapa, yang telah dituliskan namanya di lauhul mahfuzh, iapun sedang mempersiapkan dan memperbaiki diri untuk dipertemukan dalam kondisi yang sama baiknya. Keep khusnuzhzhon.

Sesuai dengan janji Alloh SWT: “wanita/laki-laki yang baik akan mendapatkan wanita/laki-laki yang baik juga”

  • Dan yang terpenting adalah tetap berikhtiar dengan cara-cara yang di ridhoi-Nya,berdo’a dan tawakal. Semoga Alloh memudahkan setiap langkah yang kita tempuh untuk menggenapi separuh agama, dan semoga jalan yang kita ambil dipenuhi keberkahan dari-Nya, aamiin.

Bagi teman-teman yang kemarin sudah menemukan pasangan elektronnya, rasa bahagia teriring do’a saya haturkan: “Barokallohu lakumaa wabaroka ‘alaikumaa wajama’a bainakumaa fii khoir”

Selamat memulai membangun peradaban madani. Karena pondasi dasar sebuah peradaban diawali dari keluarga yang tangguh dan berkualitas.

Bagi para radikalis (including me definitely): “sabar ya mblo” hehehee ^^v

 

Depok, 29 Oktober 2013

#coretan ini ditulis sambil nunggu dosen pembimbing tadi siang

Advertisements

5 thoughts on “being “the stable free radical”

  1. Aduh, kalau bagian belajar resonansi entah kenapa 99% yang dipelajari ga masuk ke otak dan bikin pusing yg 1% bikin mual2 (lebay) xD. keren deh la perumpamaannya benar-benar chemist sejati hehehe 😀 btw kalau sempet main-main ya ke blog yuli

    • sama aja teh…
      aku jg klo udah belajar kimia organik, kepala cenat-cenut, mata berkunang-kunang @_@ untung aja ga pingsan, heheee
      siaapppp teh!!! pasti aku main-main ke blog teh yuli asal ada undangannya ya, jadi kpn nyebar undangan nih #lho!!! hahahaaa #salahfokus 😛

  2. dan orang-orang yang bilang “I am single and very happy” itu bisa diibaratkan gas mulia, yang tetap stabil meski tidak berpasangan, walaupun jumlah nya di alam juga sangat sedikit 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s